Reindra Swastika

Bersedihlah bila tak ada cobaan

reindra March 29, 2013 Artikel No Comments

Banyak orang takut gagal, menghindari cobaan atau tantangan dan sedih berkepanjangan saat mendapat cobaan atau musibah. Padahal kanjeng Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba maka Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam cobaan. Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah atau cobaan maka ia jauh dari kasih sayang Allah.”

Bisnis rugi bagi pebisnis itu biasa, harta adalah milik Allah. Kita hanya dititipi untuk mengelola, saat harta diambil oleh yang punya maka sungguh tak pantas bila kita marah.

Abdurahman bin Auf sebagai pebisnis kaya raya pada zaman Nabi saw bisa kita jadikan suri tauladan. Saat bisnisnya selalu untung besar, ketika malam tiba Abdurrahman bin Auf malah menangis dan mengadu kepada Allah. “Ya Allah mengapa usahaku selalu memberi keuntungan besar? Aku khawatir semua nikmat dari-Mu aku terima di dunia dan aku tidak mendapatkannya di akhirat.”

Bagi yang berkarir, mungkin ujiannya adalah pimpinan yang tidak visioner atau mungkin anak buah yang “ndablek” alias keras kepala, malas dan sulit dikembangkan. Ujian itu menjadikan Anda belajar bagaimana Anda bisa “memimpin” pimpinan Anda. Termasuk Anda juga belajar bagaimana memberdayakan orang-orang yang pada awalnya “trouble maker” kemudian menjadi SDM yang hebat.

Dalam kehidupan rumah tangga, terkadang datang ujian berupa anak dengan berbagai keterbatasannya, pasangan hidup yang tidak sesuai harapan atau bahkan dari orang tua yang memiliki pandangan berbeda dengan kita. Semua itu ujian yang akan menguatkan dan menyempurnakan hidup kita.

Apabila hidup kita ayem-tentrem alias berada di zona nyaman, waspadalah dan bersedihlah. Segeralah buat target-target yang lebih menantang agar cobaan dan ujian datang kepada kita. Perluas zona nyaman Anda. Ingatlah pesan nabi, “Yang tidak pernah mendapat ujian atau cobaan, sesungguhnya ia jauh dari kasih sayang Allah.”

Bila hidup kita ibaratkan seperti lari, aktivitas rutin sehari-hari ibarat marathon. Nah, dalam waktu-waktu tertentu Anda perlu sprint atau lari cepat agar Anda tidak menjadi orang rata-rata. Sprint inilah yang berpeluang besar mendatangkan cobaan dan ujian. Dan cobaan yang datang dari aktivitas sprint itu adalah pertanda bahwa Sang Maha masih mencintai kita…

Salam SuksesMulia!

Ditulis oleh Jamil Azzaini

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response